Tantri (Ni Kadek Thaly Titi Kasih), duduk terdiam di bangku rumah sakit sambil memeluk kaki ketika ia mencuri dengar percakapan orang tuanya tentang kondisi Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena), adik kembar lelakinya. Tantra diceritakan mengidap tumor otak yang menggangu sistem saraf dan membuatnya lumpuh, tuli, dan buta. Kematian Tantra terasa begitu dekat sehingga membayangi Tantri yang jadi sering terbangun di tengah malam setelah bertemu Tantra di mimpinya. Dunia nyata dan khayal semakin memudar bagi Tantri ketika ia merasakan kehadiran Tantra yang begitu segar di malam hari, di mana mereka masih bisa menari dan bermain bersama. Namun di siang hari, hanya tubuh lemah tak berdaya Tantra yang didapatinya.

The Seen and Unseen mengeksplorasi gaya hidup holistik dan kepercayaan Sekala Niskala masyarakat Bali melalui sudut pandang gadis usia sepuluh tahun yang bersedih akibat penderitaan adik kembarnya. Kamila Andini, penulis sekaligus sutradara film ini, memang tidak menggambarkan kedukaan Tantri secara gamblang, namun pilu itu masih dapat kita rasakan melalui gestur-gestur kecil yang ditunjukkan Tantri. Pilu yang dirasa Tantri mewujud dalam mimpi yang hadir di setiap malam dan merasuk hingga alam bawah sadarnya. Atau raut wajahnya ketika harus menyantap telur mata sapi tanpa Tantra (mereka biasa berbagi satu telur mata sapi: Tantra bagian kuning dan Tantri bagian putih). Di usianya yang baru sepuluh tahun, Tantri telah belajar tentang tipisnya batas antara hidup dan mati, menghadapi duka yang bersanding harapan, serta hidup selaras dengan yang nampak maupun tidak.

Film The Seen and Unseen baru saja memenangkan Grand Prize dari Tokyo Filmex International Festival pada 25 November. Film panjang kedua Kamila Andini setelah The Mirror Never Lies (2009) ini pun mendapat sambutan meriah ketika tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) yang juga dihadiri Piers Handling, CEO TIFF.

Meski telah melanglang hingga Toronto, Busan, dan Tokyo, pecinta film tanah air harus bersabar hingga tahun depan untuk menyaksikan film ini dirilis secara resmi awal tahun 2018. Namun Anda berkesempatan menikmati karya terbaru Kamila Andini ini lebih cepat. The Seen and Unseen akan tayang perdana di Indonesia di Jogja Asian-NETPAC Film Festival, Selasa, 5 Desember 2017, pukul 16.00 di Cinema XXI dan 7 Desember 2017 pukul 16.00 WIB di CGV Cinemas J-Walk Sahid Mall.

Erni Maria Angreini