Perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12 akan dihiasi serangkaian film karya anak bangsa, khususnya dalam program bertajuk JAFF Indonesian Screen Awards (JAFF-ISA). Salah satu sutradara kawakan, Salman Aristo, pun turut menghiasi jajaran film terpilih program JAFF-ISA. Ia mengusung sebuah film fiksi terbarunya yang akan rilis di bioskop 6 Desember mendatang. Satu Hari Nanti, sebuah film bergenre drama yang mengisahkan hubungan percintaan dan proses mengejar mimpi dengan setting yang begitu menarik mata: Swiss di musim salju.

Film berdurasi 122 menit ini sangat representatif untuk melukiskan hubungan antarkekasih yang telah sampai pada ujung lelahnya. Hal itu tergambar jelas sejak awal film ini, khususnya saat melihat perjalanan Alya (Adinia Wirasti) dan Bima (Deva Mahenra), sepasang kekasih yang tiga tahun hidup bersama di Swiss untuk mengejar mimpi satu sama lain. Meskipun hubungan mereka dipenuhi hasrat dan asmara yang menggebu, namun tampak jelas tak ada lagi benih-benih kehangatan. Hal ini lengkap sudah, dengan kehadiran pasangan Din (Ringgo Agus Rahman) dan Chorina (Ayushita Nugraha) yang memiliki nasib serupa. Ketakutan untuk melangkah pergi dari zona nyaman, membuat keempat tokoh ini akhirnya memilih perselingkuhan sebagai jalan pintas mencari kebahagiaan, serta mengatasi ketakutan akan kehilangan pasangan.

Keadaan depresif, penuh semangat, putus asa, serta keadaan yang pelik turut mewarnai film ini dan disusun rapi dalam pembagian babaknya. Sutradara yang turut andil dalam penulisan skenario Ayat-Ayat Cinta (2008) ini tampak ingin menghadirkan warna baru dalam hubungan percintaan antarpemuda dalam fase quarter life crisis. Tak hanya itu, lika-liku kehidupan pelajar Indonesia yang tinggal di Eropa pun sarat tergambar dalam film ini. Selebihnya lagi, Anda akan berdecak kagum dengan chemistry antarpemain yang menghanyutkan penonton dalam jalan ceritanya. Nantinya dalam ISA, Satu Hari Nanti akan memperebutkan satu atau bahkan lebih dari lima penghargaan, yaitu Best Film, Best Director, Best Scriptwriter, Best Actor, dan Best Cinematography.

Angela Shinta Dara Puspita