Di luar dugaan, Program Open Air Cinema menarik ratusan penonton hingga menyesaki tribune di Taman Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Yogyakarta pada Minggu malam (19/11). Tercatat ada kurang lebih 450 orang yang datang dan memenuhi arena Taman Tebing Breksi. Meski cuaca tidak mendukung, mendung, gerimis, dan agak berkabut, sama sekali tidak menyurutkan minat warga untuk berbondong-bondong menghadiri acara.

Program Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12 yang diselenggarakan di ruang terbuka ini dimulai pada pukul 19.00 WIB. Acara dibuka dengan pemutaran film dokumenter dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB-DIY) berjudul Gua Jepang dalam Lintasan Sejarah. Acara dilanjutkan dengan pemutaran film The Unseen Words dan Hoyen yang kemudian diikuti dengan sesi diskusi yang menghadirkan Wahyu Utami serta Yopi Kurniawan selaku sutradara dua film tersebut.

Dalam sesi diskusi, dua penonton, Pariman dan Pablo, ikut rembuk terkait konteks film. Pariman mengaku terkesima dengan gambaran Code tempo dulu yang diusung oleh Yopi. Sedangkan Pablo, menanyakan kendala selama masa produksi The Unseen Words. Pablo juga bertanya apakah film Hoyen juga akan diputar di wilayah Code sebagai lokasi yang diangkat dalam film.

Puncak Program Open Air Cinema hari pertama ialah pemutaran film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Namun, sebelum acara puncak, anak-anak dari Sanggar Tari Tebing Breksi menghibur penonton dengan tiga tarian. Mereka melenggak-lenggokkan badan secara gemulai layaknya penari profesional. Penampilan tersebut merupakan salah satu wujud dukungan warga sekitar Taman Tebing Breksi pada pelaksanaan Open Air Cinema yang diinisiasi oleh JAFF.

Warga mengapresiasi penyelenggaraan Program Open Air Cinema kali ini secara positif. Sebagaimana yang diungkapkan oleh penonton bernama Karjo bahwa dia merasa senang dengan adanya Program Open Air Cinema. “Saya merasa terhibur, karena jarang mendapat tontonan seperti ini,” kata Karjo. Open Air Cinema akan kembali digelar pada 26 November 2017, di Taman Tebing Breksi dengan menghadirkan empat film yang berbeda yaitu Dluwang karya Agni Tirta, Incang-Inceng karya Kelik Sri Nugroho, Munggah Kaji karya Rivandy Adi Kuswara, dan My Stupid Boss karya Upi Avianto.

Achmad FH Fajar