Memasuki pemutaran hari ke-tiga film “Interchange” pada program Asian Feature (C2) ini merupakan film ber-genre thriller-horror asal Malaysia. Film ini menceritakan tentang seorang fotografer forensik bernama Adam yang pekerjaannya hanya melihat dan membidik gambar di lensanya yang berisi mayat-mayat akibat pembunuhan. Detektif Man, seorang polisi sekaligus rekan kerja Adam, bersama Adam melakukan penyelidikan terkait kasus-kasus pembunuhan yang mengerikan dan misterius. Dalam penyelidikannya mereka menemukan hal-hal ghaib dan berunsur mistis dari tragedi pembunuhan.

Saat bersamaan ketika melakukan penyelidikan, Adam bertemu dengan Iva, seorang perempuan misterius dengan masalah pribadinya. Keduanya menjadi semakin akrab selain seringnya menghabiskan waktu bersama, Iva ternyata adalah tetangga baru Adam. Bersama dengan Iva, Adam menemukan kehidupannya kembali dan mulai jatuh cinta kepada wanita tersebut.

Iva yang sedang mencari jati diri suku kaumnya adalah seorang wanita yang berasal dari Borneo, provinsi Kalimantan. Jati diri suku kaumnya terperangkap dalam kaca negatif selama seribu tahun lamanya. perjalanan Iva selama masa pencarian ditemani Belian, yaitu seorang arwah hewan berbentuk manusia. Arwah hewan ini berbentuk burung yang menjelma menjadi manusia dengan bulu-bulunya.

Banyak hal aneh dan takayul untuk dipercayai oleh Adam. Hingga dia terseret ke dunia lain yang Iva dan kaumnya tinggali. Apa yang tergambar di sebuah buku tentang suku kaum Eva, nampak jelas nyata adanya di dunia lain tersebut dan mereka disana sudah berusia seribuan tahun. Hal ini membuat Adam sadar dan percaya pada Iva dan membantunya untuk dapat mati dengan tenang.

Yang mengakibatkan suku kaum Iva seperti ini yaitu dahulu kala ada seorang fotografer yang menerangkan suku kaum Iva lewat bidikan foto-fotonya. Dan membuat suku kaumnya terjerumus di kaca negatif dan tidak tau cara kembali. Iva yang berusaha mencari cara jati diri suku kaumnya mengalami banyak rintangan yang tak mudah termasuk Detektif Man. Seorang polisi yang keras kepala dalam pengejaran menemukan Iva dan jelmaan hewan si Belian.

Film karya sutradara Dain Iskandar Said asal Malaysia ini turut memboyong pemeran asal Indonesia yaitu Nicholas Saputra dan Prisia Nasution dengan menggunakan pengantar bahasa melayu. “Interchange” ditayangkan di Indonesia pada 30 November 2016 dalam perhelatan 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival di Empire XXI. “Sangat senang dengan sambutan film-film di Indonesia”, ungkap Dain saat sesi tanya jawab berlangsung setelah pemutaran film “Interchange” tentang respon masyarakat Indonesia akan film karyanya. Dain Iskandar merupakan salah satu sutradara seniman dan banyak menghadirkan pemain Indonesia dalam berbagai film besutannya.

Salma Durroh S