Penggambaran sebuah keluarga tidak selalu berjalan normal dan tanpa masalah kehidupan yang dihadapi seperti yang diceritakan dalam film-film Jepang pada umumnya. Lewat film “Harmonium”, sang sutradara Koji Fukada, menggambarkan bahwa setiap keluarga belum tentu menjalani kehidupan yang bahagia dan ideal. Berbagai konflik muncul untuk membuat alur keluarga berbeda dari biasanya.

Film “Harmonium” ini berkisah tentang keluarga kecil yang hidup normal tanpa ada gangguan. Toshio dan Akie, sepasang suami istri yang tinggal dengan putri mereka satu-satunya, Hotaru. Kehidupan bahagia mereka berangsur-angsur berubah setelah Toshio menerima Yasaka untuk tinggal dirumahnya dan memperkerjakannya di bengkel miliknya. Yasaka adalah teman lama Toshio yang baru dibebaskan dari hukuman penjara selama sebelas tahun. Masa lalu yang dikarenakan tindak pembunuhan mengakibatkan Yasaka harus mendekam di sel penjara sedangkan Toshio bisa hidup normal padahal dia ikut terlibat dalam pembunuhan.

Yasaka seorang yang sopan santun dan pekerja keras, serta murah hati menawarkan diri melatih Hotaru bermain harmonium untuk kompetisi. Yasaka dengan kebaikannya saat tinggal bersama keluarga Toshio ternyata kehadirannya berubah menjadi lebih menakutkan. Yasaka dan Akie memiliki perasaan romantis satu sama lain dan mencoba memperkosanya namun gagal. Setelah gagal, Yasaka mencoba melampiaskannya ke Hotaru di taman dan membuat Hotaru terluka tak berdaya dan membuat Hotaru cacat. Dia pun kemudian menghilang entah kemana.

Tahun demi tahun berlalu, kemudian Toshio memperkerjakan Takashi sebagai asistennya. Takashi diketahui adalah putra Yasaka yang tidak sah dan ditinggalkan olehnya serta dibesarkan sendiri oleh ibu kandungnya. Lewat surat-surat yang dikirim oleh Yasaka, Takashi ingin dipekerjakan oleh Toshio dan hadir dalam kehidupan keluarga Toshio. Setelah kejadian yang menimpa Hotaru, Akie menjadi sangat protektif terhadap putri tunggalnya.

Keluarga Toshio bersama Takashi mencoba mencari dimana keberadaan Yasaka lewat foto yang memperlihatkan Yasaka dari belakang. Nada-nada dari harmonium yang pernah dimainkan oleh Yasaka dan Hotaru tiba-tiba terdengar. Mereka mencoba untuk mencari asal suara dan nampaknya setelah ditemukan laki-laki itu bukanlah Yasaka.

Akhir dari cerita ini, Akie mencoba bunuh diri bersama Hotaru dengan melompat dari atas jembatan ke sungai. Toshio dan Takashi yang mengetahui tindakan Akie mencoba menghentikanya dan menyelamatkan mereka. Adegan akhir cerita ini meninggalkan rasa pahit dan kebalikan dari penutupan.

Ending ini mengandung harapan jadi biarlah seperti ini saja dan tidak ada perubahan”, ujar Koji Fukada dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran film Harmoniom di Empire XXI Yogyakarta. Koji juga berusaha menginterpretasi dan mencoba menyampaikan pesan dari sudut pandang yang berbeda. Harmoniom sukses ditayangkan dalam perayaan 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival pada 29 November 2016 ini dan berhasil membuat penonton terkesima dengan cerita yang berbeda dari umumnya.

Salma Durroh S