BANNER BENDE

EDISI #2 // 02 DESEMBER 2015

SULUK

Welcome Spirit Asia 10TH Jogja-NETPAC Asian Film Festival (BE) COMING

JOGJA – meski diguyur hujan deras, JAFF 10th (BE) COMING sukses menggelar opening ceremony dengan lancer pada 2 Desember 2015 jam 19.30. Lokasi opening yang awalnya direncanakan akan dikemas open air cinema atau outdoor, di pelataran Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dialihkan ke gedung bioskop Societed TBY. Tim fringe dengan sigap penonton karena hujan semakin deras menjelang detik-detik pembukaan.

Ratusan penonton muda memadati lokasi penyelenggaraan opening ceremony JAFF 10th. Ada banyak nama ternama di dunia perfilman nasional seperti Mira Lesmana, Joko Anwar, Presiden Festival Garin Nugroho, Ifa Isfansyah, Kamila Andini, Edi Cahyono. Para juri festival tahun ini:  Alia Swastika, Wong Tuck Cheong, Teddy Soeriaatmadja hadir. Selain itu nampak pula beberapa pejabat Dinas Kebudayaan Pemprov DIY dan direktur festival film lain di Yogya yaitu FFPJ, FFA, FFD. Tak ketinggalan teman-teman komunitas film serta sederet tamu undangan ternama lainnya meyambut pembukaan JAFF dengan gembira. Read More

GONG

Indonesia dalam Krisis and Paradoks

Sejak awal berdirinya, 10th Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) tidak hanya menayangkan perfilman tetapi ada juga diskusi buku tentang perfilman. Diskusi buku untuk JAFF tahun ini Crisis and Paradox of Indonesian Film (1900-2012). Buku ini merupakan versi bahasa Inggris dari buku karangan Garin Nugroho dan Dyna Herlina berjudul Krisis dan Paradox  Film Indonesia (1900-2012).   Buku ini pertama kali diluncurkan dalam perayaan JAFF ke 8. Penerbitan buku berbahasa inggris ini  dilakukan untuk  mengikuti kecemerlangan film Indonesia di berbagai festival film internasional.

Tidak banyak buku tentang film Indonesia yang diterbitkan terlebih yang mengkaitkan sejarah film dengan konteks kesenian dan perubahan sosial politik yang terjadi di masanya. Oleh karena itu, buku ini ditulis untuk mengisi kekosongan itu. Sejarah selalu berulang, dinamika perfilman bergerak dalam kutub krisis dan paradoks. Pengalaman pribadi penulis saat berbenturan dengan berbagai konteks di atas turut menjadi salah satu penguat kisah dan analisis dalam buku ini.

Seperti yang dikatakan Dyna Herlina, “tujuan dari buku dalam versi bahasa inggris yaitu supaya buku ini tidak hanya dibaca dan dikenal oleh orang Indonesia tetapi juga orang-orang asing. Buku ini bercerita tentang sejarah film Indonesia tetapi dikaitkan dengan pengaruh politik, sosial, budaya pada masa-masanya”.

Lebih lanjut Dyna juga mengatakan bahwa, “Film itu mewakili zamannya dan bertemu penonton dengan cara yang berbeda sesuai zamannya.  Film itu sangat dipengaruhi dimana situasi dan kondisi itu dilahirkan”.

(Salma Durroh S.)

 

 

KELIR

Film dari Yogyakarta: Produk Dana Publik

Dalam dua tahun terakhir, JAFF menampilkan spesial program “Film dari Yogyakarta” sebagai bukti nyata bahwa  senias perfilman mulai peduli dengan dana yang didapat dari rakyat. Program ini merupakan hasil dari dana hibah produksi Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Seperti yang dikatakan oleh Ajish Dibyo, Programmer JAFF, “Kita perlu peduli dengan produk yang dihasilkan dari dana yang didapat dari uang rakyat, dana publik oleh karena itu JAFF perlu hadir dalam proyek tersebut”. Dengan digunakannya uang rakyat ini, tentu harus dipertanggung jawabkan ke publik, baik dari segi pemilihan naskah maupun film apa yang nantinya akan dihasilkan. Film-film yang dihadirkan terdiri dari 10 film fiksi dan 4 film dokumenter.  Dari keseluruhan 14 film yang diproduksi ini tidak ada kesinambungan antar film namun ada satu tema besar yang diangkat, yaitu kota. Pemerintah dalam konteks ini Dinas Kebudayaan Yogyakarta, ingin mengangkat topik tentang Yogyakarta. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Yogyakarta. Saat ini Yogyakarta tidak hanya dimaknai sebagai suatu ruang, tapi lebih dari itu, ada persoalan-persoalan lain yang membentuk kota itu. Kota tidak hanya dimaknai sebagai ruang geografis saja. Dengan selesainya proyek film ini diharapkan masyarakat dapat menerima dan pemerintah bisa lebih terbuka lagi terhadap potensi film yang ada di Yogyakarta.

(Rizka)

KEMPUL

Wajah Volunteer JAFF

Berhasil memasuki tahun ke sepuluh penyelenggaraan JAFF tidak lepas dari dukungan masyarakat Jogja. Antusiasme masyarakat tidak saja sebagai penonton tapi juga aktif menjadi volunteer. Tiap tahun ratusan anak muda mendaftarkan diri menjadi volunteer JAFF dengan harapan dapat berpartisipasi dan belajar dari acara film besar ini.

Salah satu volunteer dari team Public Lecture, Hanifa Eka, berpendapat bahwa “JAFF itu rame maksudnya di belakang panggung itu keras dan harus ada persiapan yang matang, berbeda jika biasanya kita sebagai penonton yang hanya menikmati filmnya sendiri tanpa melihat dibelakang layar”. Lebih lanjut Hanif berharap JAFF bisa semakin besar dan semakin memiliki nama di mata masyarakat. “Karena ada JAFF tiap tahun kita jadi bisa nonton film Asia lebih mudah”, tukasnya penuh harap.

Lain lagi pendapat Angelica, salah satu tim Office, tentang kesannya di JAFF. “Menjadi bagian dari JAFF memang membutuhkan banyak tenaga tetapi dibalik itu semua kita banyak mendapatkan kenalan dan ilmu baru”, ujarnya bersemangat.

(Salma Durroh S)

Redaksi BENDE

Pemimpin Redaksi: Dyna Herlina | Sekretaris Redaksi: Lidia Nofiani, Riddla Annur | Reporter Redaksi: Uswah, Salma, Riska | Penata Letak: Gian

Founded by:

netpac2logo_jaff-jogja

Supported by:

                     Cinema XXI       TBY    LIP   fourcoloursfilms       JFA    miles films      loop station      bantara budaya      astro   button ijo     arenatiket.com      greenhost    edu hostel    adhisatana     paviliun 28   emwe    hakone      Oz Resto cafe      bakpiapia      serae      cartune     secret garden     dapur kamila     gudeg Yu nani      baleayu timoho      ilmondo pizza

Media Partner:

java videotron     PITPAGANDAlogo    kotajogja.com   geronimo fm  aditv    rri jogjarri pro  cinemags   muvila   infosenijogja  pamityang2an   starfm  istakalisa  Allfilm   filmindonesia   flick magazine  beranda jogja   nonton YK   infojogja   info lalin yk   logo-py-1  jogja student     tribun jogja

JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL
Jl. Retno Dumilah 21B Kotagede Yogyakarta, Indonesia 55171
Phone: +62.274.412313 | Email: info@jaff-filmfest.org | Website: jaff-filmfest.org | Twitter: @JAFFjogja
© 2015 Jogja-NETPAC Asian Film Festival. All Rights Reserved.
Dev by: zulfan