BANNER BENDE

EDISI #1 // 01 DESEMBER 2015

SULUK

10thJAFF (BE) COMING Perayaan Film Asia

CVJCqfaUsAANCx4

Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) yang terbentuk sejak tahun 2006, dikenal sebagai ajang festival film di Asia, khususnya Indonesia. Memulai rangkaian kegiatan tahun ini diselenggarakan pers conference di Paviliun 28 Jakarta pada 24 November 2015 dan Greenhost Hotel Yogyakarta pada 30 November 2015.  Tahun ini istimewa karena JAFF menginjak satu dekade. Asia adalah wilayah yang tengah tumbuh, maka JAFF lebih fokus kepada pemutaran film-film Asia. Jogja dipilih sebagai tempat penyelenggaraan JAFF karena dukungan komunitas film yang tinggi, kekayaan budaya lokal dan resistensi terhadap konflik yang tinggi.

Memasuki usia yang ke sepuluh ini, 10thJAFF mengusung tema “(Be) Coming”. Tema ini dapat dimaknai sebagai dua istilah: “being”(keberadaan) menyatakan bahwa keberadaan sinema Asia telah diakui serta diapresiasi dalam tataran global, dan “coming” (kedatangan) diartikan sebagai rujukan pada realitas masa depan sinema dunia yang diletakan pada artikulasi beragam identitas Asia dengan gaya sinematiknya yang khas. Namun, istilah baru yang dibentuk oleh gabungan kedua makna tersebut yakni “becoming” yang artinya”menjadi”, makna sesungguhnya ialah sebuah perubahan fenomena yang berkembang di Asia sebagai proses yang tiada henti akibat adanya pengaruh silang dialog antara sinema Asia dengan sinema dunia dan juga merupakan bentuk eksistensi JAFF yang telah mampu bertahan dalam mengapresiasi pada sinema Asia.

Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, JAFF kali ini mengapresiasi TBY untuk Opening sekaligus Closing karena pertama kalinya JAFF dilaksanakan bertempat di TBY. Adapun lokasi yang lainnya, pemutaran film akan dilakukan di beberapa tempat seperti Bentara Budaya, Loop Station,  IFI LIP dan XXI. Festival ini dijadwalkan untuk digelar meriah pada 1- 6 Desember 2015, dengan pembukaan pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2015, pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan dengan pemutaran film dan beberapa agenda program lainnya. Read More

GONG

Sebuah Kenangan yang Kelam dan Tragis

penonton

Credit: gudeg.net

10th Jogja-Netpac Asian Film Festival diawali dengan film pembuka Memories On Stones (Biraninem li ser keviri) pada 1 Desember 2015 di Taman Budaya Yogyakarta. Film bergenre drama dari Irak ini di produksi oleh Mitos Film karya sutradara Shakat Amin Korki yang sekaligus menjadi penulis skenario bersama Mehmet Aktas yang dirilis pada 2014. Film ini semacam behind the scene film berlatar belakang operasi militer Anfal tahun 1988 pasca perang Kurdistan yang menghadapi kampanye genosida Saddam Hussein atas warga Kurdi Irak yang berujung pada pembantaian lebih dari 182.000 warga Kurdi. Desa di Kurdistan Irak hancur serta banyak warga sipil dieksekusi secara massal oleh gas beracun dan kelaparan. Hussein dan Allan sebagai sutradara dan produser filmnya harus mempertaruhkan segalanya dalam proses pembuatan film. Mereka dihadapkan pada ketidakpercayaan masyarakat lokal dan permintaan berlebihan dari bintang film nasional di tengah anggaran film yang rendah. Tugas yang paling berat menurut mereka yaitu menemukan pemeran utama wanita dalam film setelah mendapatkan pemeran utama pria yaitu Roj Azad. Sinur, seorang wanita dengan semangat dan bergairahnya ingin terlibat dalam perfilman ini tetapi terhalang oleh paman dan sepupunya, Hamid dan Hiwa. Satu-satunya cara yang tampaknya bisa tercapai agar Sinur dapat bermain dalam film ini yaitu dengan pernikahan dan kesepakatan dengan sepupunya Hiwa. Di belakang layar masalah belum berakhir setelah proses perfilman dan tragedi penembakan sudah berjalan. Di saat Hussein dan Allan kehabisan waktu dan uang, mereka mengorbankan segalanya untuk syuting film. Selain tidak paham soal produksi film, Hiwa belum mengerti pengabdian Sinur untuk film ini dan tekanan dari, Hamid sang Ayah, yang menyalahkan Sinur akan menghancurkan kehormatan keluarga. Film drama ini akan membawa kita mengenang lagi kejadian tragis pembantaian di Irak. Memories On Stones salah satu film Asia yang berhasil meraih banyak penghargaan dan terpilih sebagai film entrik Irak untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di 88 Academy Awards. Seperti yang dikatakan oleh Ifa, Executive Director JAFF,  sfilm ini dipilih sebagai film pembuka karena film ini sangat sesuai dengan tema Festival tahun ini yaitu (Be)Coming”. Mewakili film Asia, film ini telah mampu bertahan dengan eksistensinya dengan film kancah dunia lainnya.

(Salma Durroh S.)

KELIR

Nonton Film di Kotagede

@JAFFjogja

Mengawali rangkaian 10th Jogja-Netpac Asian Film Festival diselenggarakan program Open Air Cinema pada 29 November 201 di pendopo Warung Jawi (Dalem Sopingen) Kota Gede. Dalam kesempatan pre event JAFF ini diputar 5 film Indonesia yaitu Iblis Jalanan, Takut Denda, Vampire, Jaranan, dan Friend. Acara ini bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sekitar 40 penonton memenuhi pendopo. Walaupun gerimis sempat turun sebelum pemutaran film berlangsung, masyarakat tetap antusias dengan pemutaran film. Pada beberapa adegan khas dalam film, penonton ikut larut dalam cerita yang ditawarkan. Selain itu, dalam pemutaran film ini diadakan sesi tanya jawab dengan  pembuat film Vampire, Fitro Dizianto. Penonton sangat aktif dalam sesi tanya jawab ini, beberapa pertanyaan terlontar untuk memperjelas apa sebenarnya maksud dari pembuat film.  Pemutaran film ini ditutup dengan film Friend yang cukup membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal karena peran Joko dan Widodo yang tidak terduga.

(Rizka)

KEMPUL

Open Air JAFF: Dari dan Untuk Masyarakat

Pada pemutaran kali ini, 30 November 20115, Open Air 10th JAFF mengambil lokasi di Rumah Budaya Siliran, Kraton Yogyakarta. Pemutaran kali ini diawali dengan pemutaran film Sakit karya Hernandes dari Rumah Budaya Siliran disusul dengan pemutaran film Bomb, Watashi wa Indonesia, Sasi Takon, Opor Operan, dan Mak Cepluk. Tak kurang dari 100 orang baik warga sekitar dan penggiat komunitas film menonton. Teristimewa, Kepala Kelurahan Panembahan, Drs Haryanta, yang turut memberikan sambutan. Banyak dari film yang diputar menampilkan kehidupan sehari-hari anak dan cukup memancing gelak tawa dari penonton. Warga sekitar sangat mengapresiasi pemutaran film yang sederhana dan merakyat ini. Mereka sangat mengharapkan kegiatan Open Air akan terus ada dan mengangkat film-film senias muda Indonesia.

 

( Rizka)

Redaksi BENDE

Pemimpin Redaksi: Dyna Herlina | Sekretaris Redaksi: Lidia Nofiani, Riddla Annur | Reporter Redaksi: Uswah, Salma, Riska | Penata Letak: Gian

Founded by:

netpac2logo_jaff-jogja

Supported by:

                     Cinema XXI       TBY    LIP   fourcoloursfilms       JFA    miles films      loop station      bantara budaya      astro   button ijo     arenatiket.com      greenhost    edu hostel    adhisatana     paviliun 28   emwe    hakone      Oz Resto cafe      bakpiapia      serae      cartune     secret garden     dapur kamila     gudeg Yu nani      baleayu timoho      ilmondo pizza

Media Partner:

java videotron     PITPAGANDAlogo    kotajogja.com   geronimo fm  aditv    rri jogjarri pro  cinemags   muvila   infosenijogja  pamityang2an   starfm  istakalisa  Allfilm   filmindonesia   flick magazine  beranda jogja   nonton YK   infojogja   info lalin yk   logo-py-1  jogja student     tribun jogja

JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL
Jl. Retno Dumilah 21B Kotagede Yogyakarta, Indonesia 55171
Phone: +62.274.412313 | Email: info@jaff-filmfest.org | Website: jaff-filmfest.org | Twitter: @JAFFjogja
© 2015 Jogja-NETPAC Asian Film Festival. All Rights Reserved.
Dev by: zulfan