Asian Three – Fold Mirror 2018 : Journey

ASIAN PERSPECTIVE

Director: Degena Yun, Daishi Matsunaga & Edwin

Duration: 83 minutes

Production: 2018

Country: Japan

Category: Fiction

SCREENING


INTERNATIONAL PREMIERE

 

MON, 3 DES 2018 / EMPIRE XXI STUDIO A / 13:00

FREE

SYNOPSIS


The Sea

The story revolves around a mother and daughter on the road traveling east to the shore from Beijing. Their conversation eventually touches on the recently deceased father and their relatives, resulting in an explosion of anger.

Hekishu

When a man asks Suzuki why speeding up is necessary, and he answers quite self-assuredly that it will ease people’s everyday lives. After this chance meeting, however, he starts questioning his purpose in coming to Yangon. He buys traditional longyi as a souvenir from a seamstress named Su Su in the local market. Learning about life in Yangon through his interactions with them, he again questions his job.

Variable No. 3

Kenji tells Edi and Sekar that he is presently conducting research on contemporary Asian couples and asks for their cooperation. Baffled at the request, they are resistant at first, but are eventually pulled in. Kenji shows them three cards. On the third card we see “Variable No. 3”. What does this mean?

The Sea

Menceritakan tentang seorang ibu dan putrinya dalam suatu perjalanan menuju pesisir pantai di timur dari Beijing. Percakapan yang terjadi selama perjalanan mengalir hingga akhirnya menyentuh topik mengenai si ayah dan kerabat lainnya yang baru saja meninggal, yang kemudian menyebabkan kemarahan yang menggebu-gebu.

Hekishu

Ketika seorang pria bertanya pada Suzuki kenapa manusia harus bergerak dengan cepat, dirinya pun menjawab dengan penuh keyakinan bahwa kebiasaan tersebut akan mempermudah hidup orang lain. Namun, setelah pertemuan tersebut, ia mulai mempertanyakan kembali tujuan kedatangannya ke Yangon. Setelah sedikit mempelajari tentang daerah tersebut lewat interaksi dengan orang-orangnya, ia mempertanyakan tentang pekerjaan yang tengah digelutinya.

Variable No. 3

Kenji memberitahu Edi dan Sekar bahwa saat ini dirinya tengah melakukan suatu penelitian tentang pasangan-pasangan Asia kontemporer kemudian meminta tolong kepada keduanya untuk menjadi salah satu objek penelitiannya tersebut. Edi dan Sekar ragu-ragu, namun akhirnya setuju. Kenji menunjukkan tiga buah kartu pada keduanya. Di salah satunya tertulis “Variable No. 3.” Apa maksudnya?

TRAILER


DIRECTOR


Degena Yun

Daishi Matsunaga

Edwin

Degena Yun (China)

Degena Yun made her feature debut with Latitude 52 (2012), which was in competition at the Montreal World Film Festival. With her second feature, A Simple Goodbye (2015) she won the Spirit of Asia Award by the Japan Foundation Asia Center at the 28th TIFF as well as screening at Torino, Xining and Minneapolis.

Daishi Matsunaga (Japan)

His widely acclaimed documentary, Pyuupiru, was featured in numerous international film festivals including Rotterdam, Jeonju and Paris Cinema in 2011. His first narrative film, Pieta in the Toilet (2015), was a smash hit. His latest film, Hanalei Bay, released in Japan in October 2018 is based on a Haruki Murakami’s short story.

Edwin (Indonesia)

His first feature, Blind Pig Who Wants to Fly (2008) received the FIPRESCI Prize at the International Film Festival Rotterdam 2009; and his short film Kara, The Daughter of A Tree (2005), was the first Indonesian film to be shown at the Director’s Fortnight in Cannes 2005. In 2017, Posesif  made a smash hit in Indonesia and won the Best Director Award at the Indonesian Film Festival 2017.

Degena Yun (China)

Degena Yun memulai debutnya dengan Latitude 52 (2012), yang diikutsertakan dalam salah satu kompetisi film di Montreal World Film Festival. Dengan film panjangnya yang kedua, A Simple Goodbye (2015), dirinya berhasil memenangkan penghargaan Spirit of Asia Award yang diberikan oleh Japan Foundation Asia Center di TIFF ke-28, dan juga sudah pernah diputar di Torino, Xining, and Minneapolis.

Daishi Matsunaga (Jepang)

Film dokumenternya yang paling terkenal, Pyuupiru, telah diikutsertakan di berbagai festival film internasional di Rotterdam, Jeonju, dan Paris pada tahun 2011. Film naratif pertamanya yang berjudul Pieta in the Toilet (2015) langsung menjadi salah satu filmnya yang sukses. Hanalei Bay, film terbarunya yang merupakan adaptasi dari cerita pendek karya Haruki Murakami, dirilis pada bulan Oktober 2018 di Jepang.

Edwin (Indonesia)

Film panjang pertamanya, Blind Pig Who Wants to Fly (2008), menerima  penghargaan FIPRESCI Prize di International Film Festival Rotterdam pada tahun 2009, dan film pendeknya, Kara, The Daughter of A Tree (2005), berhasil menjadi film Indonesia pertama yang diputar pada ajang Director’s Fortnight di Cannes pada tahun 2005. Di tahun 2017, filmnya yang lain, Posesif, sukses besar di Indonesia hingga memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik di Indonesian Film Festival pada tahun yang sama.

Contact:

Hiroyuki Tanimoto

Hiroyuki_Tanimoto@jpf.go.jp