The Red Phallus

ASIAN FEATURE

Director: Tashi Gyeltshen

Duration: 85 minutes

Production: 2018

Country: Bhutan

Category: Fiction

SCREENING


FRI, 30 NOV 2018 / EMPIRE XXI STUDIO A / 13:00

SYNOPSIS


In the gloomy, remote valley of Phobjika in central Bhutan lives the widow Ap—a traditional painter and craftsman who specialises in making wooden phalluses. For the past 20 years, Ap has also played the role of atsara, or clown, at a local annual festival and now, as he prepares to retire, he is looking to pass the role on to a younger talent. Meanwhile Ap’s teenage daughter Sangay finds herself unhappy with her lot, oppressed by the vastness of the valley and living in opposition to her father, her schoolmates and the rest of the villagers whose world is governed by religious belief and symbolism. As she struggles to find congruence between her inner life and external relationships, Sangay becomes involved with a man from the lowest caste in the village—a butcher. She also discovers a mask and, behind it, a world she never wished to enter.

Di lembah yang suram dan terpencil bernama Phobjika di tengah Bhutan, hiduplah seorang janda bernama Ap —pelukis dan pengrajin tradisional khusus dalam membuat lingga kayu. Selama 20 tahun terakhir, Ap juga memainkan peran atsara, atau badut, di sebuah festival tahunan lokal dan sekarang, ketika bersiap untuk pensiun, ia ingin memberikan peran tersebut pada orang yang berbakat dan lebih muda darinya. Sementara itu, putrinya yang sudah remaja, Sangay, menyadari dirinya tidak bahagia dengan nasibnya. Saat dia berjuang untuk menemukan keselarasan antara hidupan batinnya dan hubungan eksternal, Sangay menjadi terlibat dengan seorang pria dari kasta terendah di desa — seorang tukang daging. Ia juga mengungkap sebuah topeng yang di baliknya terdapat dunia yang tidak pernah ingin ia masuki.

TRAILER


DIRECTOR


Tashi Gyeltshen

Tashi Gyeltshen, who lives in Thimphu, Bhutan, was born in 1972. After a career as a journalist with newspapers Kuensel and the Bhutan Times, he worked as an assistant director for a production company in Bangkok. Tashi’s first short film, Girl with a Red Sky (2009), was commissioned by UNICEF in conjunction with Bhutan’s Youth Development Fund, and was followed by 2014’s The Red Door. In 2010, Tashi won the best screenplay award at the Film Festival of Bhutan for Sem Gi Jurwa.

Tashi Gyeltshen, yang tinggal di Thimphu, Bhutan, lahir pada tahun 1972. Setelah berkarir sebagai jurnalis bersama koran Kuensel dan Bhutan Times, ia bekerja sebagai asisten direktur untuk sebuah perusahaan produksi di Bangkok. Film pendek Tashi yang pertama, Girl with a Red Sky (2009), didanai oleh UNICEF bersama dengan Bhutan’s Youth Development Fund, dan diikuti oleh The Red Door (2014). Pada tahun 2010, Tashi memenangkan penghargaan skenario terbaik di Film Festival of Bhutan untuk Sem Gi Jurwa.

Contact:

Lya

lya@chineseshadows.com