Ryoko Kaban

Timoteus Anggawan Kusno /8 minutes/2016/Japan, Indonesia/Documentary

SHOWTIMES:

FFD – IFI/LIP | THU 08 DEC | 16.30

Synopsis

Timoteus merekayasa sebuah wawancara dengan seorang perempuan Jepang, yang menceritakan kisah-kisah yang telah hilang: ingatannya atas keluarga, kesendirian dalam keramaian Tokyo, serta kenangan atas suara serangga musim panas di pedesaan. Segenap ingatan menyeruak hadir dalam perjalanan di atas kereta, mengalun dan mengayun dari satu kota ke kota lain. Ingatan  (kolektif) yang terartikulasikan dalam film ini merupakan kumpulan dari ingatan-ingatan personal yang terkumpul dalam Lost and Found and Lost and What Department, sebuah institusi fiktif yang digagas Timoteus dalam penelitian artistiknya di Jepang pada musim panas hingga musim dingin tahun 2015.

Timoteus manufactured an interview with a Japanese woman, who tells her lost stories:

memories of family, loneliness in the midst of Tokyo’s crowd, and remembrance of the sounds of summer insects in the countryside. The whole memories are bursting during the journey inside the train, flowing and rocking from one city to another. (Collective) Memory articulated in this film is a collection of personal memories collected in the Lost and Found and Lost and What Department, a fictional institution initiated by Timoteus in his artistic research in Japan during the summer to winter 2015.

Trailer

Director

Seorang seniman lintas disiplin yang bekerja dengan beragam teknik. Ia menyelesaikan studi Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan program pascasarjana Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma. Dipercaya sebagai commissioned artist untuk perhelatan Festival Film Dokumenter pada tahun 2014. Di tahun 2015 terpilih sebagai seniman residensi di ARCUS Project, Jepang. Tahun ini ia terpilih untuk program Kerjasama yang diselenggarakan ASIALINK di Artback NT, Australia & Cemeti Arthouse, Indonesia.

An interdisciplinary artist working with different techniques. He graduated from Social and Political Sciences, Gadjah Mada University, and is currently studying in Religious and Cultural Studies, Post-Graduate Program in Sanata Dharma University. He was appointed as commissioned artist for Festival Film Dokumenter 2014. In 2015, he was selected as resident artist in ARCUS Project, Japan. This year he was selected in Cooperation program hold by ASIALINK in Artback NT, Australia and Cemeti Arthouse, Indonesia.