ART FOR CHILDREN 

 

Children have never been, if not seldom, put into discourses especially when within the context of filmmaking while in fact they could be more than mere audience or the actors of particular films. Children could be themselves in their own world with peculiar stories of each. This year, JAFF collaborates with HONF to celebrate a cinematic party with the children.

We will invite all children to create visually in a workshop called Fun Robotika, in which art, science, technology, and various forms of new media are elaborated to be one wholesome activity filled with creativity and tolerance between these children. Furthermore, we are going to invite them to several film screenings to introduce them to how to truly enjoy and appreciate films. Hopefully, this program could be a positive chance and space for all children to develop their creativity and, of course, make them have a great time creating. 

Anak-anak seringkali terlupakan dan hanya menjadi obyek saat membicarakan sinema. Sebenarnya mereka bisa terlibat lebih jauh dari sekedar menjadi penonton atau actors dalam sebuah film. Anak-anak memainkan peran sebagai dirinya sendiri dalam kehidupan nyata dengan keunikan ceritanya masing-masing.  Tahun ini, JAFF bekerjasama dengan HONF untuk merayakan pesta sinema bersama anak-anak.

Kami mengajak anak-anak untuk berkreasi dengan bahasa visual dalam kegiatan workshop Fun Robotika. Belajar dengan menggabungkan seni, sains, teknologi dan medium yang baru menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan bisa membangun kreasi, melatih kerjasama dan toleransi untuk anak-anak. Selain itu kami akan mengajak mereka menonton film sebagai praktik langsung mengapresiasi dan menikmati karya. Harapannya rangkaian kegiatan ini bisa menjadi wadah yang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitasnya dan membuat mereka bahagia tentunya.

COLLABORATOR

HONF (The House of Natural Fiber)

HONF (The House of Natural Fiber) which was established in 1999, is one of the pioneers of new media art’s development in Yogyakarta. They have gone to many important events in the world, exhibited their artworks in some of the notable museums in the world, and won some prestigious awards in the related field. In 2011, HONF, formerly an open community, became a foundation named HONF Foundation which focused on art, science, and technology. Each of its activities was under the curriculum of EFP (Education Focus Program). This curriculum aims to find a practical solution for some problems that happen around us. These researches were then presented in artistic form and their knowledge were shared to the wider community through a series of workshops and training.

HONF (The House of Natural Fiber) yang berdiri sejak tahun 1999, merupakan salah satu pionir berkembangnya seni media baru di Yogyakarta. Dalam perjalanannya, mereka telah malang melintang ke berbagai perhelatan penting di seluruh dunia, memamerkan karya- karya mereka di berbagai museum penting di seluruh dunia, serta memenangkan berbagai penghargaan bergengsi di bidang terkait. Pada tahun 2011, HONF, yang tadinya berbentuk komunitas terbuka, kemudian menjadi yayasan bernama HONF Foundation yang berfokus pada seni, sains dan teknologi, dan setiap kegiatannya berada di bawah sebuah kurikulum EFP (Education Focus Program). Education Focus Program ini bertujuan untuk mencari solusi praktis untuk berbagai masalah – masalah yang terjadi di sekitar kita. Riset-riset ini kemudian dipresentasikan dalam bentuk artistik dan kemudian pengetahuannya dibagikan kepada masyarakat luas melalui serangkaian workshop dan pelatihan.

AMBASSADOR ART FOR CHILDREN

MORGAN OEY

Handi Morgan Winata atau yang dikenal dengan Morgan Oey adalah seorang aktor, penyanyi, dan model. Lahir di Singkawang 25 Mei 1990, Morgan pada awalnya dikenal masyarakat sebagai seorang penyanyi yang tergabung dalam grup Sm*sh. Sebagai seorang aktor, ia sudah banyak membintangi serial drama televisi sejak tahun 2011 salah satunya Serial Cinta Cenat Cenut yang menaikkan namanya di dunia televisi dan perfilman. Setelah memutuskan keluar dari Sm*sh pada tahun 2013 yang lalu, Morgan memutuskan untuk fokus mengembangkan karirnya sebagai seorang aktor. Layar lebar menjadi tujuan berikutnya dengan membintangi film Assalamualaikum Beijing arahan sutradara Guntur Soeharjanto pada tahun 2014. Prestasi pun langsung berhasil diraihnya dengan memperoleh gelar aktor pendatang baru terpilih pada ajang Piala Maya 2015. Awal yang baik di dunia layar lebar pun akan percuma bila tidak bisa mempertahankannya. Namun Morgan terbukti mengatasi itu semua dengan kembali memperoleh tidak hanya satu, tetapi dua nominasi pemeran Pendukung Pria Terbaik pada ajang Indonesia Box Office Movie Awards 2016 melalui perannya dalam film Ngenest The Movie dan Air Mata Surga. Kemampuan aktingnya ini juga membuat Garin Nugroho meliriknya untuk berperan dalam film Moon Cake Story. Pada gelaran Festival Film Bandung 2017, salah satu nominasi aktor utama terpuji kembali didapatkan Morgan melalui aktingnya dalam film Sweet 20. Beberapa film yang ia mainkan pada tahun 2018, ada Arini yang disutradarai Ismail Basbeth dan Koki – Koki Cilik arahan Ifa Ifansyah. Morgan juga muncul dalam film The Night Come for Us dari Timo Tjahjanto yang dirilis oleh Netflix. Selain serius menekuni dunia akting, ia juga kembali bersolo karir sebagai penyanyi dan telah merilis dua single pada tahun 2018. Karirnya sebagai model berbagai cover majalah, bintang iklan televisi, hingga Brand Ambassador beragam produk juga pernah dan masih aktif ia lakukan.