Aku Ingin Menciummu Sekali Saja

(Bird-man Tale)

FOCUS ON GARIN NUGROHO


Director: Garin Nugroho

Duration: 93 minutes

Production: 2002

Country: Indonesia

Category: Fiction

SCREENING


THU, 29 NOV 2018 / EMPIRE XXI STUDIO A / 16.00

SYNOPSIS


Since his chance encounter with a mysterious, mournful lady (Lulu Tobing), the teenager Arnold is obsessed to kiss her, if only just for once. His desire guides our path following many incidents around Arnold’s life, which draw a big picture of Papuan society’s anxiety.

Semenjak pertemuannya dengan seorang perempuan misterius yang selalu membawa Alkitab (Lulu Tobing), Arnold si remaja tanggung itu terbenam dalam obsesinya untuk mencium perempuan itu, meski hanya sekali saja. Hasrat itu kemudian menggulirkan berbagai kejadian lain di seputar Arnold, yang menggambarkan berbagai pergulatan di Papua. Mulai dari aktivisme ayah Arnold dalam menuntut keadilan sampai kesedihan teman Arnold yang kehilangan kemampuannya bersiul.

TRAILER


DIRECTOR


Garin Nugroho

After finishing high school in Semarang, Garin Nugroho went to Jakarta to learn about movie in the Faculty of Cinematography in Jakarta Arts Institute (graduated in 1985). Eager to learn more, Garin, who was born in Yogyakarta, studied in the Faculty of Law in the University of Indonesia (graduated in 1991). Garin started his directing career through documentary productions. People began to know his name after his first feature, Cinta Dalam Sepotong Roti (1990). The film instantly earned the title of Film Terbaik (Best Movie) in Festival Film Indonesia 1991. His second film, Surat untuk Bidadari (1992), brought him to the international stage. Starting from that moment, he gained an incredible fame paving his way to various international film festivals. In the sestercentennial celebration of Mozart (2006), he earned a place among the world’s six ‘innovative directors’ to make movies, an opportunity that gave birth to Opera Jawa. In the end of 2006, Garin co-founded Jogja-NETPAC Asian Film Festival. 

Setelah selesai menempuh pendidikan sekolah menengah di Semarang, Garin Nugroho merantau ke Jakarta untuk belajar film di Fakultas Sinematografi, Institut Kesenian Jakarta (selesai pada tahun 1985). Pria kelahiran Yogyakarta ini merasa tidak cukup hanya belajar film. Garin juga mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (selesai tahun 1991). Garin memulai karier sebagai sutradara lewat produksi film dokumenter. Namanya mulai dikenal setelah produksi film panjang pertamanya, Cinta dalam Sepotong Roti (1990). Film tersebut langsung mendapat penghargaan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1991. Film keduanya, Surat untuk Bidadari (1992), membawa Garin ke dunia panggung film internasional. Sejak itu, namanya melejit dan merambah ke berbagai festival film internasional. Pada Perayaan 250 tahun Mozart (2006), Garin terpilih menjadi salah satu dari enam ‘innovative directors’ dunia untuk membuat film, yang kemudian melahirkan Opera Jawa. Di akhir tahun 2006,  Garin ikut mendirikan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Contact: 

Garin Nugroho
namakugareng@yahoo.com