The Gift

Hanung Bramantyo/116 minutes/2017/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

JAFF – Indonesian Screen Awards

 

Saturday, December 2, 2017 | 19:00 | CGV CINEMAS J-Walk

JAFF – Indonesian Screen Awards

 

Sunday, December 6, 2017 | 19:00 | CGV CINEMAS J-Walk

Synopsis

When novelist Tiana falls in love with a visually impaired Harun on her 30th birthday, little she knew that her childhood friend, Arie, now an established surgeon, was going to propose to her on the same day. What unfolds thereafter is three humans beings endeavor to redefine love and human disability.

Tepat di hari ulang tahunnya yang ketiga puluh, Tiana, seorang novelis, jatuh cinta pada Harun, lelaki dengan penglihatan yang tak sempurna. Namun Tiana tidak tahu bahwa seorang teman masa kecilnya, Arie, yang kini bekerja sebagai dokter bedah, akan melamarnya di hari yang sama. Apa yang terjadi setelahnya adalah tiga manusia berupaya memaknai ulang arti cinta dan kelumpuhan manusia.

Trailer

Director

Hanung Bramantyo

Hanung Bramantyo

Director

Hanung Bramantyo (born in Yogyakarta, 1 Oktober 1975; 40 years old) is an Indonesian director. In Festival Film Indonesia 2005, he was awarded The Best Director for his film Brownies. He was also nominated The Best Director for his film Sayekti dan Hanafi, but the award was eventually given to Guntur Soehardjanto. In Festival Film Indonesia 2007, he was awarded The Best Director for his film Get Married. Bramantyo was once registered in Faculty of Economy, Indonesian Islam University, but he dropped out. Afterwards, he moved to study in Faculty of Film and Television, Jakarta Art Institute, majoring film.

Hanung Bramantyo (lahir di Yogyakarta, 1 Oktober 1975; umur 40 tahun) adalah seorang sutradara asal Indonesia. Dalam Festival Film Indonesia 2005, ia terpilih sebagai Sutradara Terbaik lewat film arahannya, Brownies. Ia juga dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik untuk film cerita lepasnya, Sayekti dan Hanafi, namun yang kemudian mendapatkan penghargaan adalah Guntur Soehardjanto. Pada Festival Film Indonesia 2007 ia kembali terpilih sebagai Sutradara Terbaik melalui film Get Married. Bramantyo pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia namun ia tidak menyelesaikannya. Setelah itu ia pindah mempelajari dunia film di Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).