Tarling is Darling

Ismail Fahmi Lubish/109 minutes/2017/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

Tuesday, December 5, 2017 | 19:00 | CGV CINEMAS J-WALK

Thursday, December 7, 2017 | 13:00 | SOCIETET TBY

Synopsis

The traditional ‘tarling dangdut’ music of Indramayu, an area on the Java Island in Indonesia is famous among all ages because of its erotic dances and skimpily-clad singers. For a long time, this was a disgrace for Muslim leaders who wanted to get it forbidden. Jaham, tarling dangdut songwriter, and Ipung, music producer, recruit and launch new talents who dream of being famous. Surrounded by young women, nonetheless, drives Jaham’s wife to jealousy and illness. But the real challenge for Jaham comes from clerics who want him to write Islamic tarling dangdut songs. With the help of an erotic singer, Jaham writes down his religious pieces.

Musik tarling dangdut dari Indramayu, sebuah daerah di Pulau Jawa, Indonesia, dikenal luas dengan joget erotis dan penyanyi berpakaian mini. Sudah lama hal tersebut dianggap sebagai aib bagi para ulama yang ingin melarang aliran musik tersebut. Jaham, penulis lagu tarling dangdut, dan Ipung, sang produser musik, merekrut dan mengorbitkan artis baru yang bermimpi menjadi orang terkenal. Karena suaminya dikelilingi banyak wanita muda, istri Jaham kerap cemburu dan jatuh sakit. Tetapi, tantangan yang sebenarnya untuk Jaham justru datang dari para ulama yang menginginkan ia menulis lagu tarling dangdut yang bernuansa Islami. Dengan bantuan dari seorang penyanyi erotis, Jaham menulis karya lagu religiusnya.

Trailer

Director

Ismail Fahmi Lubish

Ismail Fahmi Lubish

Director

Ismail Fahmi Lubish graduated in 1999 from Jakarta Institute of Arts, majoring in directing. He worked several years on Indonesian TV soap operas before deciding to focus on documentary making. He also works as a cameraman, for example for Leonard Retel Helmrich’s award-winning documentary trilogy on Indonesia: The Eye of the Day, Shape of the Moon, and Position among the Stars.

 

Ismail Fahmi Lubish lulus dari Instiut Kesenian Jakarta jurusan penyutradaraan pada tahun 1999. Selama beberapa tahun, ia menggarap sinetron televisi sebelum memutuskan untuk fokus pada pembuatan film dokumenter. Ia juga berkeja sebagai seorang kamerawan, salah satunya untuk film trilogi dokumenter pemenang beragam penghargaan besutan Leonard Retel Helmrich: The Eye of the Day, Shape of the Moon, dan Position among the Stars.