Posesif

Edwin/102 minutes/2017/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

JAFF – Indonesian Screen Awards

Monday, December 4, 2017 | 16:00 | CGV CINEMAS J-Walk

Synopsis

The life of Lala (Putri Marino) turns upside down. Not because she is an aerobic jumping athlete, not because of her dedicated father-trainer, but because of Yudhis (Adipati Dolken), a new student in her school. Yudhis is Lala’s first love. He succeeded in making Lala committed to him and only him forever. Lala and Yudhis, however, come to a realization that their love may have invited darkness. Yudhis’ love that seems simple and protective in the beginning turns out to be complicated and dangerous. Their “till death do us part” promise is a trap. Lala is now puzzled with questions: what does love mean? Is it like aerobic jumping that she has to keep trying under the guise of fidelity? Or is she just eaten by futility?
Hidup Lala (Putri Marino) jungkir balik. Bukan karena ia seorang atlet loncat indah, bukan pula karena ayahnya yang keras melatihnya, tapi karena Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya. Yudhis adalah cinta pertama Lala. Dia berhasil mengikat hati Lala hanya untuknya dan membuat gadis itu berjanji setia selamanya. Namun perlahan Lala dan Yudhis harus menghadapi bahwa kasih mereka bisa hadirkan kegelapan. Cinta Yudhis yang awalnya tampak sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Janji mereka untuk setia selamanya malah jadi jebakan. Sekarang Lala mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah, yang bila gagal, harus ia terus coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan?

Trailer

Director

Edwin

Edwin

Director

Edwin is an Indonesian director. One of his works, Kara, Anak Sebatang Pohon, is the first Indonesian short movie screened in Cannes Film Festival 2005 for Director’s Fortnight. His other short, Dajang Soembi, Perempoean Yang Dikawini Andjing was screened in several international film festivals, becoming one of the movies selected for Festival Film Indonesia 2004 for short movies category. The film also won the 2nd Prize of JiFFest Short Film Competition 2004. He studied at Institut Kesenian Jakarta (Jakarta Institute of Arts) and was an assistant director for Riri Riza during the making of Gie.

 

Edwin adalah seorang sutradara Indonesia. Salah satu karyanya yang berjudul Kara, Anak Sebatang Pohon menjadi film pendek Indonesia pertama yang berhasil menembus ajang Cannes Film Festival 2005 dalam sesi Director’s Forthnight. Film pendeknya yang lain, Dajang Soembi, Perempoean Yang Dikawini Andjing diputar di berbagai ajang festival internasional, dan menjadi salah satu film yang lolos seleksi pada Festival Film Indonesia 2004 untuk kategori film pendek. Film ini juga memenangkan 2nd Prize (juara kedua) pada JiFFest Short Film Competition (Kompetisi Film Pendek Festival Film Internasional Jakarta) 2004. Ia belajar di Institut Kesenian Jakarta dan pernah menjadi asisten sutradara Riri Riza dalam pembuatan film Gie.