Night Bus

Emil Heradi/139 minutes/2017/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

JAFF – Indonesian Screen Awards

Monday, December 4, 2017 | 19:00 | CGV CINEMAS J-Walk

Synopsis

A group of civilians share a bus ride to Sampar, a town full of natural resources. It is heavily guarded by the state army who is fighting against the rebel militias, who want freedom over their homeland. Each person in the bus has their own tasks: seeking better jobs, fulfilling family needs, settling personal matters, or simply wanting to come back home. They think this would be another usual trip to the conflict area, but they do not realize there is a stowaway with a very important message to end the conflict. His presence endangers the passengers, as he is wanted by both forces, dead or alive. The situation gets so tense the people inside the bus have to survive the night literally dodging bullets. They also have to face a darker, more sinister force, who does not want the conflict to end. No one knows who will die, and who will live.

 

Serombongan orang sipil menumpangi bus menuju Sampar, kota yang kaya sumber daya alam. Sampar dijaga ketat oleh militer negara yang memerangi para pembangkang yang menginginkan kemerdekaan untuk tanah air mereka. Setiap orang di dalam bus punya kepentingan: cari pekerjaan yang lebih baik, memenuhi kebutuhan keluarga, mengurusi hal pribadi, atau sekadar pulang ke rumah. Mereka pikir ini perjalanan biasa, namun ada penumpang gelap yang membawa pesan penting untuk mengakhiri konflik. Kehadirannya membahayakan penumpang lain karena ia sedang dicari oleh kedua pihak militer yang berseteru, hidup atau mati. Situasinya semakin rumit hingga orang-orang harus menginap di dalam bus sambil menghindari peluru. Mereka juga harus berhadapan dengan pihak yang lebih jahat yang tidak ingin konflik berakhir. Tidak ada yang tahu siapa yang akan tamat maupun siapa yang akan selamat.

Trailer

Director

Emil Heradi

Emil Heradi

Director

Emil Heradi is an Indonesian director who worked as assistant director on the romantic drama Eat Pray Love (2010) directed by Ryan Murphy (partly shot in Indonesia) and war drama Hati Merdeka (Hearts of Freedom, 2011) by the directors Conor Allyn and Yadi Sugandi. His directing debut was the romantic comedy Get Married (2007). He also directed the comedy Tri Mas Getir (Three Bitter Guys, 2008), one segment of the omnibus of short films by different authors within the anti-corruption campaign Kita Vs Korupsi (Us Vs. Corruption, 2012), drama Sagarmatha (2013) and thriller Night Bus (2017).

 

Emil Heradi adalah sutradara Indonesia yang pernah menjadi asisten sutradara film drama romatis Eat Pray Love (2010) besutan Ryan Murphy (beberapa adegan diambil di Indonesia) dan drama perang Hati Merdeka (Hearts of Freedom, 2011) besutan sutradara Conor Allyn dan Yadi Sugandi. Debut penyutradaraannya adalah komedi romantis Get Married (2007). Emil Heradi juga menyutradarai Tri Mas Getir (Three Bitter Guys, 2008), satu segmen dari omnibus film pendek dari beberapa sutradara tentang kampanye antikorupsi Kita Vs. Korupsi (Us Vs. Corruption, 2012), drama Sagarmatha (2013), dan thriller Night Bus (2017).