Musume (Daughters)

Ima Puspita Sari/44 minutes/2017/Indonesia, Japan/Documentary

SHOWTIMES:

Monday, December 4, 2017 | 10:00 | SOCIETET TBY

Thursday, December 7, 2017 | 13:00 | CGV CINEMAS J-WALK

Synopsis

This project aims to explore how father-daughter relationships can be understood, expressed, and questioned through the medium of documentary film. The production takes place in Japan, involving young adult women in recorded discussions with the filmmaker about relations with their fathers. In Japan and Indonesia and other Asian countries, the strong paternalistic culture puts the father-daughter relation in a complex reality. However, the difference between a strong and weak father-daughter relation has a big impact on lives of women. An old legend from Japan, Hase Hime, and Princess Kandita from Indonesia give an example. The film titled Musume (Daughters) also involves the filmmaker as one of the subjects.

Proyek ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana hubungan ayah-anak perempuan dapat dipahami, diungkapkan, dan dipertanyakan melalui film dokumenter. Produksinya berlangsung di Jepang, melibatkan beberapa perempuan remaja dalam rekaman diskusi dengan pembuat filmnya dengan topik hubungan dengan ayah mereka. Di Jepang dan Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, budaya paternalistik yang kuat menempatkan hubungan ayah-anak perempuan dalam realitas yang kompleks. Namun, perbedaan antara hubungan ayah-anak perempuan yang kuat dan lemah memiliki dampak besar dalam kehidupan perempuan. Legenda lama dari Jepang, Hase Hime, dan Putri Kandita dari Indonesia adalah contohnya. Film Musume (Daughters) ini juga melibatkan pembuat filmnya sebagai salah satu subjek.

Trailer

N/A

Director

Ima Puspita Sari

Ima Puspita Sari

Director

Ima studied communications and has a master degree in media studies. Ima’s first short film Nyalon produced by Nia Dinata was released in 2014. Her second short, Wasis (2015) won the best short documentary at the 2016 Festival Film Dokumenter (FFD) and was nominated for best short documentary at the 2016 Festival Film Indonesia. Musume (2017) was produced during her Asia Centre Fellowship.

 

Ima mempelajari ilmu komunikasi dan bergelar S2 dalam bidang kajian media. Film pendek pertama Ima, Nyalon (2014), diproduseri oleh Nia Dinata. Film pendek keduanya yang berjudul Wasis (2015) telah memenangkan penghargaan dokumenter pendek terbaik pada Festival Film Dokumenter (FFD) 2016 dan dinominasikan sebagai dokumenter pendek terbaik di Festival Film Indonesia 2016. Musume (2017) diproduksi saat ia sedang mengikuti Asia Centre Fellowship.