Madonna

Sinung Winahyoko/14 minutes/2017/Indonesia/Fiksi

SHOWTIMES:

Saturday, December 2, 2017 | 16:00 | SOCIETET TBY

Synopsis

Melati and Ilalang are siblings who work at Bagan, a big craft anchored in bays for years. One day, the boss comes visit the Bagan to take the fish to sell at the Mainland. Melati is always in charge to load the fish to the boss’ boat. When Melati loads the fish to the boat, the boss at The Bagan starts to harass her brother, then rapes him. This unpleasant situation caught by Melati. She tries to stop the boss by attacking him. Unfortunately, she failed. The boss has become eager more to rape Ilalang and forces Melati to watch them while he does it to the boy.

Melati dan Ilalang adalah dua bersaudara yang bekerja di Bagan, sebuah kapal besar yang berlabuh di teluk selama bertahun-tahun. Suatu hari, majikan mereka datang ke Bagan mengambil ikan-ikan untuk dijual ke daratan. Melati selalu menjadi orang yang bertugas memasukkan ikan-ikan ke dalam kapal milik sang majikan. Ketika Melati sedang memasukkan ikan-ikan tadi, majikannya mulai menggoda saudara laki-laki Melati di Bagan, dan bahkan sampai memperkosanya. Situasi yang tidak menyenangkan ini segera diketahui oleh Melati. Ia berusaha menghentikan hal tersebut dengan menyerang majikannya. Sayangnya ia tidak berhasil. Sang majikan semakin berhasrat untuk memperkosa Ilalang dan memaksa Melati untuk melihat kejadian itu.

Trailer

Director

Sinung Winahyoko

Sinung Winahyoko

Director

Sinung Winahyoko was born in Yogyakarta, Indonesia, in March 21st 1984. After graduated from Indonesian Communication Academy in Yogyakarta, he started his career in early 2007 as a Documentary Filmmaker for some Behind The Scene Movies. In 2010, he began directing self-produced music videos, and became Stage Director for some music events. Sinung started making his first Short Film, Memoria, in 2010. The year after, he directed TV Commercials and has been doing it until now. His interest in exploring art media outside music video and TV Commercial Industry made him a part of Yogyakarta Biennale Art Exhibition in 2014, in which he made a game application as an art form. This game is called No Oil For No Country,a game where one can play a gambling game set within a context of war for oil between countries. In 2015, he directed his second short film, The Taste of Fences, which was nominated as Best Art Direction in Odense International Film Festival Denmark, and screened in Human Rights International Film Festival in Italy, Jogja Asian Film Festival, and Busan International Short Film Festival. In the same year, as part of the Taste of Fences research about the intersection of tradition and modernity within the present time generation, he made an installation for Jogja Art Weeks 2015 exhibition called The Zoo, a 3D glasses visual diorama of a pregnant Javanese girl eating KFC in a cage. And in 2017, he made his third Short Film, Madonna.

 

Sinung Winahyoko lahir di Yogyakarta, Indonesia, pada tanggal 21 Maret 1984. Setelah lulus dari Akademi Komunikasi Indonesia di Yogyakarta, ia memulai kariernya sebagai pembuat film dokumenter pada awal tahun 2007 untuk beberapa film-film belakang layar. Pada tahun 2010, ia mulai menyutradarai beberapa video music yang diproduksi secara mandiri, dan menjadi pimpinan panggung (stage director) untuk acara-acara musik. Film pendek pertamanya yang berjudul Memoria dibuat di tahun 2010. Setahun setelahnya, Sinung memimpin pembuatan iklan-iklan TV dan terus melakukannya hingga sekarang. Ketertarikannya akan menyelami media seni di luar video musik dan dunia iklan TV membuatnya menjadi salah satu bagian dari Yogyakarta Biennale Art Exhibition pada tahun 2014 dengan membuat aplikasi permainan bernama No Oil For No Country,  permainan berjudi berlatar perang minyak antarnegara. Pada tahun 2015, ia menyutradarai film pendek keduanya, Taste of Fences, yang dinominasikan sebagai Best Art Direction dalam Odense International Film Festival Denmark, serta diputar di Human Rights International Film Festival di Italia, Jogja Asian Film Festival, dan Busan International Short Film Festival. Pada tahun yang sama, dalam rangka penelitian film Taste of Fences tentang persinggungan tradisi dan modernitas pada generasi sekarang, dia membuat sebuah instalasi untuk pameran Jogja Art Weeks 2015 yang disebut The Zoo, sebuah diorama visual yang memanfaatkan kacamata 3D. Instalasi ini mempertunjukkan gadis Jawa hamil yang sedang makan ayam KFC di dalam kandang. Lalu di tahun 2017, ia membuat film ketiganya berjudul Madonna.