Dluwang

Agni Tirta/25 minutes/2017/Indonesia/Documentary

SHOWTIMES:

OPEN AIR CINEMA

SUNDAY 26 NOV 2017 | 19.00 |  TEBING BREKSI

FREE

Synopsis

Klitihikan Market is an alternative space not merely bringing together secondhand stuff sellers and buyers, but also embracing the social interactions of people living amid the spate of modern markets and online shops. Beyond the idea of a market, Klithikan Market becomes an alternative source of knowledge as well. Toni Lubis is one of those who conduct their activities in the market both as a seller and buyer. He mainly sells old papers. It is not uncommon that he found historical documents and stuffs therein. Dluwang is a film about the narrative of history taken from the trash.

Pasar Klithikan adalah ruang alternatif yang tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli barang bekas, namun juga menampung interaksi sosial orang-orang yang hidup di tengah gempuran pasar modern dan online shop. Melampaui gagasan sebagai sebuah pasar, Pasar Klithikan juga menjadi alternatif sumber ilmu. Toni Lubis adalah salah satu orang yang setiap hari beraktivitas di Pasar Klithikan baik sebagai penjual maupun pembeli. Barang dagangan utamanya adalah kertas lawas. Tak jarang ia menemukan dokumen maupun benda bersejarah di tempat itu. Film Dluwang adalah tentang cerita sejarah dari tempat sampah.

Trailer

Director

Agni Tirta

Agni Tirta

Director

Agni Tirta has been enjoying movies since she studied in elementary school and was introduced to the medium of film while in college. After graduating, she began her career in film with her debut Rock for Kamtis which was one of the finalists for the Dokumenter Panjang (Documentary Feature) category at Festival Film Dokumenter (Yogyakarta Documentary Film Festival) 2017. She is currently working actively at Belantara Films, a community and production house of her own.

 

Agni Tirta menikmati film sejak SD dan mengenal medium film ketika mahasiswa. Setelah lulus, ia memulai karier di film dengan karya pertamanya Rock For Kamtis dan menjadi finalis untuk kategori Dokumenter Panjang di Festival Film Dokumenter 2010. Karya keduanya, Dluwang (2017), masuk nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik pada FFI 2017. Hingga kini ia aktif bersama Belantara Films, sebuah komunitas dan rumah karya yang dibentuknya.