C’est La Vie

Ratrikala Bhre Aditya/19 minutes/2017/Indonesia/

SHOWTIMES:

ASIAN PERSPECTIVE

Sunday, December 3, 2017 | 13:00 | EMPIRE XXI

ASIAN PERSPECTIVE SHORTS

Tuesday, December 5, 2017 | 16:00 | CGV CINEMAS J-WALK

Synopsis

A male political prisoner, after years in detention without trial, finally gets a chance to testify. This is an opportunity for him to seek a little justice. A redemption to help him living sanely. It does not really matter, if the chance is real or a mere whisful thinking.
Seorang tahanan politik laki-laki, yang setelah bertahun-tahun mendekam dalam tahanan, akhirnya mendapatkan kesempatan bersaksi atas tragedi yang ia alami. Ini adalah kesempatan emas untuk mencari sedikit keadilan bagi dirinya. Sebuah penebusan agar terus waras menjalani hidup. Kesempatan itu nyata atau sekadar angan, tidaklah penting.

Trailer

N/A

Director

Ratrikala Bhre Aditya

Ratrikala Bhre Aditya

Director

Ratrikala Bhre Aditya was born in 1986. His first step into the audiovisual world was in 2002, when he participated in In-Docs’ documentary workshop for high schoolers and produced a short documentary Hanya Air Hujan yang Gratis. In 2003, this film was screened at the Jakarta International Film Festival and also at the UN Office in New York on commemorating the World Water Day. His first feature-length documentary BUNGA DIBAKAR which tells a story of Munir Said Thalib, an Indonesian human rights activist who was murdered in 2004, was screened at the 2005 Singapore Film Festival and also in many places around the world.

Ratrikala Bhre Aditya lahir pada tanggal 19 April 1986. Langkah pertamanya memasuki dunia audiovisual dimulai tahun 2002 saat ia berpartisipasi dalam lokakarya dokumentar In-Docs untuk pelajar dan memproduksi Hanya Air Hujan yang Gratis. Tahun 2003, film tersebut diputar di Jakarta International Film Festival dan kantor PBB di New York pada peringatan Hari Air Sedunia. Film dokumenter panjang pertamanya, Bunga Dibakar, yang berkisah tentang Munir Said Thalib, aktivis HAM Indonesia yang dibunuh tahun 2004, diputar di Singapore Film Festival 2005 dan di banyak tempat lainnya.