Bukaan 8

Angga Dwimas Sasongko/105 minutes/2017/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

JAFF – Indonesian Screen Awards

Tuesday, December 5, 2017 | 19:00 | CGV CINEMAS J-Walk

Synopsis

Alam (Chicco Jerikho) and Mia (Lala Karmela), a millennial couple that met and fell in love on the internet. Their relationship is not approved by Mia’s family because they assumed Alam is just playing around social media all day and does not have a fixed job. On the birth of their first child, Alam wants to prove to Ambu (Sarah Sechan) and Abah (Tyo Pakusadewo), Mia’s parents, that he is an ideal husband. Alam tries so hard so that Mia can give birth in the best hospital. Unfortunately, his money is not enough because the promo in the hospital has ended. Furthermore, chaos often happens because of Alam’s liea and big demands coming from Mia’s big family. Will Alam’s struggle make people recognize him as a dependable man or take Mia away from him?

Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela), adalah pasangan millenial yang bertemu dan jatuh cinta di dunia maya. Hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga Mia yang menganggap Alam hanya bermain media sosial dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Di momen kelahiran anak pertama mereka, Alam ingin membuktikan kepada Ambu (Sarah Sechan) dan Abah (Tyo Pakusadewo), orang tua Mia, bahwa ia adalah seorang suami idaman. Alam berusaha agar Mia bisa melahirkan di rumah sakit terbaik. Sialnya, uang yang sudah disiapkan Alam ternyata tidak cukup karena paket promo persalinan di rumah sakit tersebut sudah berakhir. Tidak berhenti di situ, berbagai kekacauan kerap terjadi akibat kebohongan Alam yang ditambah dengan berbagai tuntutan dari keluarga besar Mia. Apakah upaya Alam akan membuatnya diakui sebagai lelaki yang dapat diandalkan atau justru membuatnya berpisah dengan Mia?

Trailer

Director

Angga Dwimas Sasongko

Angga Dwimas Sasongko

Director

Angga Dwimas Sasongko graduated from University of Indonesia with a major in Political Science. He directed and produced his first feature film, Foto, Kotak dan Jendela, in 2006. In 2008, he founded Visinema Pictures, an award winning Film Production Company based in Jakarta, Indonesia. He had created dozens of TV commercial videos, hundreds of Music Videos, one feature documentary and five feature films. His second film, Hari Untuk Amanda (2010) was nominated in Citra Award 2010 for 8 categories including Best Director dan Best Picture. Four years later, he directed and produced Cahaya dari Timur: Beta Maluku (We Are Moluccans). We Are Moluccans won 2 Citra Award in 2014, including Best Picture. This award made Angga as the youngest director who won Best Picture in Citra Award. His fourth film, Filosofi Kopi (2015) has been screened in many International Film Festivals, including Taipei Golden Horse Film Festival and BiFan, and received many national and international awards. After that came 2016’s critically acclaimed Surat dari Praha (Letters From Prague) who gave Angga Best Director Award in Usmar Ismail Award. Angga is also a co-founder of Archiss, a strategic consultant firm for multinational companies as a Creative Communication Partner.

 

Angga Dwimas Sasongko merupakan lulusan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Ia menyutradarai dan memproduksi film panjang pertamanya yang berjudul Foto, Kotak dan Jendela pada tahun 2006. Pada tahun 2008, ia mendirikan Visinema Pictures, sebuah perusahaan pembuat film yang telah pemenang penghargaan di Jakarta, Indonesia. Ia juga telah membuat berpuluh-puluh iklan TV, ratusan video musik, sebuah film dokumenter panjang, dan lima film panjang. Film keduanya yang berjudul Hari Untuk Amanda (2010) dinominasikan di Piala Citra 2010 untuk 8 kategori termasuk, Best Director (Sutradara Terbaik) dan Best Picture (Film Terbaik). Empat tahun kemudian, ia menyutradarai dan memproduksi film yang berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku (We Are Moluccans). We Are Moluccans telah memenangi 2 Piala Citra pada tahun 2014 termasuk penghargaan Best Picture (Film Terbaik). Penghargaan ini membuat Angga menjadi sutradara termuda yang memenangi penghargaan film terbaik di Piala Citra. Film keempatnya, Filosofi Kopi (2015) telah diputar di banyak festival film internasional seperti Taipei Golden Horse Film Festival dan BiFan. Selain itu, film ini juga telah menerima banyak penghargaan nasional dan internasional. Setelah itu, terciptalah film yang diakui secara kritis pada tahun 2016, yaitu Surat dari Praha (Letters From Prague), yang memberi Angga penghargaan Best Director (Sutradara Terbaik) di Usmar Ismail Award. Angga juga mendirikan Archiss, sebuah firma konsultan strategis untuk perusahaan multinasional dan mengambil peran sebagai Mitra Komunikasi Kreatif.