Aisyah Biarkan Kami Bersaudara

Herwin Novianto/110 minutes/2016/Indonesia/Fiction

SHOWTIMES:

JAFF – Indonesian Screen Awards

Saturday, December 2, 2017 | 10:00 | CGV CINEMAS J-Walk

Synopsis

Aisyah (Laudya Cynthia Bella) had recently graduated from university. She has been living with her mother and younger brother since her father passed away years ago in a green little village in Ciwidey, West Java, Indonesia. It has been her dream to be a teacher and she decides to register herself to be sent to Timor Tengah as a teaching workforce.

Dusun Derok, a small village in Timor Tengah Utara district has neither electricity nor phone reception. The season is dry with a constant temperature of 42 degree Celsius all year long. As Aisyah struggles to adapt to her new surroundings, she slowly learns the history of the local populace. The majority of the local people are Catholic, and Aisyah is a Moslem. One of her students, Lordis Defam despises her due to the fact that his uncle was a witness of the Ambon Incident. Aisyah’s determination to fulfil her dream enables her to convince them to change their mind through love and compassion. In the end, she displays more than just academic prowess, but also valuable life lessons, especially on tolerance.

Belum lama ini Aisyah (Laudya Cynthia Bella) lulus dari universitas. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya semenjak ayahnya wafat setahun yang lalu di sebuah desa kecil yang asri di Ciwidey, Jawa Barat, Indonesia. Sudah sekian lama ia bermimpi untuk menjadi seorang guru dan mendaftarkan dirinya untuk dikirim sebagai tenaga pengajar di Timor Tengah.

Dusun Derok, sebuah desa kecil di Timor Tengah Utara tidak memiliki listrik serta sinyal telepon. Musim kering sepanjang tahun membuat suhu mencapai 42 derajat Celsius. Saat tengah berjuang untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, perlahan ia mempelajari sejarah penduduk setempat. Mayoritas penduduk beragama Katholik, sedangkan Aisyah sendiri beragama Islam. Salah satu muridnya, Lordis Defam, membenci Aisyah karena ia memiliki paman yang merupakan saksi hidup insiden Ambon. Tekad Aisyah untuk mewujudkan mimpinya memungkinkannya meyakinkan mereka untuk berubah pikiran lewat cinta dan kasih. Pada akhirnya, Aisyah tidak hanya mengajarkan kemampuan akademik, melainkan juga nilai-nilai hidup yang berharga, terutama toleransi.

Trailer

Director

Herwin Novianto

Herwin Novianto

Director

Herwin Novianto is an Indonesian film director who won the FFI award as Sutradara Terbaik (Best Director) at Indonesian Film Festival 2012 for his drama entitled Tanah Surga… Katanya. In 2011, a television movie made by Novianto with title Papi, Mami, dan Tukang Kebun won 12 awards at FTV Awards in Jakarta, including Sutradara Terbaik (Best Director).

Herwin Novianto adalah seorang sutradara film Indonesia yang memenangkan Penghargaan FFI untuk Sutradara Terbaik pada Festival Film Indonesia 2012 untuk dramanya Tanah Surga… Katanya. Pada 2011, sebuah film televisi buatan Novianto yang berjudul Papi, Mami, dan Tukang Kebun memenangkan 12 penghargaan di FTV Awards di Jakarta, termasuk Sutradara Terbaik.