(O)Zeeing The Neighbour

Focus on Australian Contemporary Cinema

(O)Zeeing The Neighbour: Mengenal Rumput Tetangga

 

Australia adalah tetangga dekat Indonesia, namun terasa begitu jauh karena perbedaan kultural. Meski secara geografis dekat dengan Asia, Australia lebih dekat secara kultural dengan masyarakat Eropa. Hubungan awalnya dengan Indonesia dapat dilacak hingga kontak maritim antara orang Makassar, Sulawesi Selatan, dengan masyarakat asli Australia, sebuah jalinan yang kemudian diresmikan dengan pengakuan penuh Australia atas Republik Indonesia pada tahun 1949.

Terlepas dari gejolak politik yang mewarnai relasi pemerintah, kedekatan warga Australia dan Indonesia tetap kuat dan lestari. Lewat wahana artistik, sejumlah seniman dari kedua negara telah berkolaborasi tak hanya dalam penjelajahan batas kreativitas mereka, tetapi juga dalam pertukaran sensibilitas kultural yang unik. Film kemudian menjadi salah satu arena dan ekspresi kultural terbaik untuk menggambarkan kompleksitas masyarakat lewat cara-cara yang menarik dan kreatif.

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun ini mulai memperbesar ruang lingkup promosi film ke wilayah Pasifik, termasuk Australia. Oleh karena itu, program khusus ini dirancang untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Australia sebagai tetangga dekat Indonesia. Selain itu,inisiatif pertama ini akan dikembangkan dengan konsisten di masa mendatang guna menciptakan jalinan yang kuat dan lestari antara Indonesia dan Australia.

Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan pemahaman warga Indonesia akan warga Australia
lewat karya sinematik. Kami ingin mereka berinteraksi intim dengan beragam lapisan kebudayaan dan masyarakat Australia yang khas dengan mengapresiasi berbagai film lewat cara yang bebas stereotipe dan tak
lagi konvensional. Kami berharap bahwa program ini akan mengilhami dan mendorong tumbuhnya proses kreatif yang melibatkan Indonesia dan Australia lewat sebuah wahana artistik dengan menyebarluaskan film-film Australia. Pemutaran film ini bertujuan untuk mengenalkan sejumlah film terbaik Australia kepada penonton Indonesia guna memperluas perspektif dan memperdalam pemahaman terhadap aspek-aspek budaya dan masyarakat negara tersebut. Program ini akan menghadirkan tiga film terpilih: Tanna (Bentley Dean, Martin Butler, 2015), The Dressmaker (Jocelyn Moorhouse, 2015), dan The Water Diviner (Russel Crowe, 2014).

Selain program pemutaran, kami juga akan menggelar kuliah umum, satu dari sekian program khas JAFF. Program ini memuat unsur pendidikan dan mendorong pemahaman kritis akan tema festival, yang menyoroti pentingnya hubungan antara Asia dan Pasifik dalam bidang film, melalui dialog menarik antara pembicara dan peserta. Kuliah umum akan menghadirkan seniman, pembuat film, dan kaum intelektual terkemuka Australia untuk berbicara tentang tema “Oceanic Culture in Cinema”. Selain itu, akan diluncurkan sebuah buku yang didasarkan pada film berjudul The Mirror Never Lies yang disutradarai oleh Kamila Andini.

Ifa Isfansyah

(O)Zeeing The Neighbour: Getting to Know the Grass on the Other Side

Australia is a close neighbour of Indonesia, yet it seems to be far away due to cultural differences. Though geographically close to Asia, Australia is culturally close to the European society. Australia’s early relationship with Indonesia can be traced back to the maritime contact between the people of Makassar, South Sulawesi, and the indigenous Australian, a connection later formalized through Australia’s full recognition of the Republic of Indonesia in 1949.

Despite the political upheavals coloring the relationship between Indonesian and Australian government, the relationship between the people of these two countries remain strong and preserved. Through an artistic avenue, some Indonesian and Australian artists have been working collaboratively not only to explore the limit of their creativity, but also exchange their unique cultural sensibilities. Film is one of the best arenas as well as cultural expressions to depict the complexity of society in a delicate and creative way.

This year’s Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) starts expanding the scope of cinema promotion to the Pacific region, including Australia. Therefore, this special program is designed to get a better understanding of Australia as a close neighbour of Indonesia. Moreover, this first initiative will be developed consistently in the future in order to create a solid and sustainable relationship between Indonesia and Australia.

With this program, we want to raise awareness and foster understanding of Indonesians toward Australians through cinematic works. We want Indonesian to interact intimately with the many facets of Australian distinctive culture and society by appreciating various cinematic works in ways that go beyond the stereotypical and conventional. Hopefully this program will inspire and encourage the development of a creative engagement between Indonesia and Australia through artistic avenue by spreading Australian cinematic works. This film screening aims to show some of the finest Australian films to Indonesian audiences in order to broaden their perspective and to deepen their understanding on the various aspects of Australian culture and society. In this program, three selected films will be screened: Tanna (Bentley Dean, Martin Butler, 2015), The Dressmaker (Jocelyn Moorhouse, 2015), and The Water Diviner (Russel Crowe, 2014).

Besides screening program, we also have public lecture program, one of the distinctive programs of JAFF. It possesses educational elements and encourages critical understanding on particular issues related to the festival’s theme, which highlight the importance of the connection between Asia and Pacific in the cinematic field, through an engaging dialogue between the speaker and the audience. In this public lecture, the Australian distinguished artist, filmmaker, and scholar will be invited to talk about the theme “Oceanic Culture in Cinema.” Moreover, there will be a book launch based on the film The Mirror Never Lies directed by Kamila Andini.

Ifa Isfansyah

Tanna

Bentley Dean, Martin Butler/100 minutes/2015/Australia/Fiction

The Dressmaker

Jocelyn Moorhouse/119min/2015/Australia/Fiction

Water Diviner

Russell Crowe/111min/2014/Australia,USA,Turkey/Fiction